Showing posts with label Others. Show all posts
Showing posts with label Others. Show all posts

ngeblog lagi...

udah lama ga nulis di blog euy


sejak ada error pas ngutak-atik template,jadinya udah ga semangat ngeblog :P
mudah2 bisa semangat lagi nulis...semangat...semangat....

Safety or Septi

Bagaimanakah cara menulis "Safety" dalam pelafalan Sunda? jawabannya ada di foto dibawah ini he..he..



Hanya ada di Anyer....



Temukan Roy Suryo - Google Ngambek??

Maaf, Google tidak mau lagi menemukan Roy Suryo, daripada nantinya dibilang salah kutip.
Hua..hua..hua..lucu juga nih kreatif

Coba buka http://www.google.com
terus ketik "temukan roy suryo" tanpa tanda kutip
klik tombol "saya lagi beruntung"

maka hasilnya :
Maaf, Google tidak mau lagi menemukan Roy Suryo, daripada nantinya dibilang salah kutip.

Awalnya gue baca email di yahoogroups & ada yg posting tentang ini dan ternyata benar. Karena penasaran browsing lagi dengan kalimat tersebut akhirnya nemu deh sumbernya : http://temukanroysuryo.co.cc/

He..he.. mungkin karena si Roy Suryo sering kasih komentar tanpa dasar makanya banyak yang sebel...
jangan bicara tanpa ada ilmunya...

Info lebih lanjut kunjungi : http://temukanroysuryo.co.cc/dukung.htm

Cartoon About The "BLT"






Source :http://www.kompas.com/kompascetak.php/kartun
(Click to resize)

Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

Alasan kenaikan bbm itu bukan karena tingginya harga minyak dunia kalo melihat pernyataan sri mulyani di kompas hari kamis 22 mei 2008 dengan judul berita BLT Dibayarkan Hari Jumat


Rata-rata kenaikan harga premium, solar, dan minyak tanah, kata Sri Mulyani, mencapai 28,7 persen di atas harga jual saat ini. Kenaikan terpaksa dilakukan karena semua langkah yang sudah dilakukan pemerintah belum dapat mengangkat kepercayaan pelaku pasar modal. Belum pulihnya kepercayaan pelaku pasar modal ditandai oleh meningkatnya imbal hasil surat utang negara (SUN) 300 basis poin pada Januari-Mei 2008. Di sepanjang Januari-Mei 2008, pemerintah hanya dapat menghimpun dana dari penerbitan SUN Rp 57,8 triliun dengan suku bunga 2,5-3,5 persen lebih tinggi dari kondisi normal. ...

Kemudian 2 paragraph berikutnya :

Menkeu menegaskan, kenaikan harga BBM merupakan langkah terbaik yang bisa dilakukan. Jika subsidi BBM dipertahankan sama halnya dengan mempertahankan ketidakadilan, yaitu 20 persen orang terkaya di Indonesia menikmati 40 persen subsidi BBM, sementara 20 persen rakyat termiskin menikmati 11 persen subsidi BBM.

Kalo kutipan wartawan itu benar berarti inkonsistensi pernyataan.Sebenarnya alasan keadilan atau jatuhnya pasar modal yang dijadikan dasar kenaikan BBM ?
Kalo yang dipakai alasan pada paragraf pertama, berarti berapapun kenaikan harga minyak dunia asalkan pasar modal ngga drop, ngga bakal dinaikin dong tuh BBM.
Kalo harga beras turun,harga pupuk naik,petani jadi tambah miskin, nelayan ngga bisa melaut karena harga solar naik, kayanya gov ngga pernah se all out kalo ada masalah di pasar modal.


the rich get richer the poor stay poor